Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2009

s e p e d a

Berbagai hal mengenai sepeda baik yang berasal dari hasil studi, penelitian maupun standar kebijaksanaan (NSPM) antara lain :
Sepeda sebagai salah satu moda transportasi darat
Menurut Khan (1994) pesepeda hanya memerlukan capital cost yang kecil untuk kendaraan dan memerlukan infrastruktur yang lebih sedikit serta tidak menimbulkan polusi udara maupun suara, sehingga sarana transportasi ini merupakan sarana transportasi yang ramah terhadap lingkungan.
Menurut Susanto dan kawaan-kawan (1998) kini pengguna sepeda sebagai transportasi moda utama sering diindetikkan dengan masyarakat ekonomi kelas rendah, waktu bagi mereka bukan merupakan nilai yang perlu diperhitungkan. Jadi lebih baik naik sepeda dari pada menumpang kendaraan umum yang harus mengeluarkan biaya ekstra.
Keunggulan dan kelemahan moda transportasi sepeda
Keunggulan sepeda disbanding kendaraan bermotor adalah sepeda memberikan beban yang lebih kecil kepada lingkungan, hanya memerlukan energi yang sedikit dan biaya operasional yang diperlukan relatif kecil. Sedangkan kelemahan sepeda antara lain sulit untuk menempuh perjalanan jauh karena dijalankan oleh tenaga manusia. Bersepeda di daerah berbukit atau saat hujan dirasa kurang nyaman bila dibandingkan dengan mengendarai mobil, dan dilihat dari cara mengendarainya mudah mengalami kehilangan keseimbangan sehingga menimbulkan kecelekaan bagi pengendaranya. (Susanto dkk, 1998).
Tingkat kecelakaan dan keselamatan pada pengendara sepeda
Terjadinya kecelakaan pesepeda tidak selalu ditimbulkan oleh satu sebab tetapi oleh kombinasi berbagai efek dari sejumlah kelemahan atau gangguan yang berkaitan dengan pemakai dan lingkungannya misalnya tata letak kota, kebijakan lalu lintas, kondisi lingkungan (permukaan jalan), waktu, cuaca dan lain sebagainya. (Hobbs, 1995)
Menurut Mikko Rasanen (1997) keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam berlalu lintas sehingga diperlukan kesadaran dan perhatian dari pengguna jalan khususnya pengendara sepeda itu sendiri terhadap peraturan-peraturan lalu lintas seperti marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Mencermati uraian pendapat di atas dapat disimpulkan kecelakaan yang dialami pesepeda disebabkan karena kurangnya daya dukung lingkungan terhadap lalu lintas sepeda. Daya dukung lingkungan diantaranya adalah ketersediaan fasilitas dalam berlalu lintas bagi pengguna sepeda, sehingga pesepeda merasa aman dalam mengendarai sepeda di jalan raya tanpa ada rasa takut terserempet atau tertabrak kendaraan bermotor.
Asumsi sepeda dalam arus lalu lintas
Kendaraan tak bermotor dalam MKJI 1997 adalah kendaraan dengan roda yang digerakkan oleh tenaga orang atau hewan meliputi sepeda, becak, kereta kuda dan kereta dorong sesuai klasifikasi Bina Marga. Sebagai catatan kendaraan tak bermotor tidak dianggap sebagai bagian dari arus lalu lintas tetapi sebagai unsure dari side barrier (hambatan samping) (MKJI Ditjen Bina Marga, 1997). Sepeda dianggap sebagai hambatan samping karena kemampuan bergeraknya yang rendah dan tidak merupakan kendaraan bermotor, sehingga dikategorikan kendaraan lambat.

Senin, 20 Juli 2009

manajemen dilema

sering kita mendengar tentang adanya dilema saaat pemerintah daerah hendak mengadakan pembaharuan/perbaikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. salah satu contoh yang sering terjadi di daerah-daerah di indonesia adalah adanya rencana perluasan jaringan (trayek) angkutan umum yang akan menjangkau tiap sudut wilayah. konsep atau rencana tersebut berawal dari adanya keinginan agar masyarakat dapat menggunakan jasa angkutan umum dengan mudah dan tentunya lebih murah, sebab keterbatasan jaringan trayek akan memacu bagi pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi dan meningginya angka biaya hidup karena harus menyediakan dana yang tinggi dalam melakukan perjalanan untuk kegiatan sehari-hari. Kebijakan perluasan jaringan trayek angkutan umum sering ditentang oleh pelaku/penyedia jasa transportasi mandiri terutama peng-ojek dan penarik becak karena dengan adanya perluasan trayek angkutan umum otomatis akan mengurangi pendapatan mereka karena tersaingi oleh angkutan umum yang lebih murah.

Melihat fenomena di atas nampaknya pihak pengambil kebijakan dalam pembangunan serasa di disodorkan buah simalakama (bentuk buahnya gimana ya.....). menghadapai kenyataana tersebut tentu dituntut kearifan dan kecermatan dalam mengambil keputusan untuk mengakomodasi kebutuhan kedua pihak .........to be continue

Selasa, 14 Juli 2009

angkutan umum

tujuan utama pengadaan transportasi umum sebenarnya agar masyarakat umum dari semua lapisan sosial dapat melakukan perjalanan ke tempat tujuan yang tentu saja disertai dengan perasaaan aman dan nyaman saat melakukan perjalanan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dalam pemenuhan kebutuhannya dengan aman dan nyaman pula. namun kenyataan sekarang yang kita lihat fakta di lapangan keberadaan angkutan umum moda darat tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut, sehingga masyarakat enggan menggunakan jasanya dan lebih suka menggunakan kendaraan pribadi yang tentunya jauh lebih nyaman. penyebab ketidak nyamanan armada transportasi umum transportasi umum adalah karena penyedia jasa transportasi umum diserahkan oleh pihak swasta perorangan yang tidak berbadan hukum sehingga pemerintah sulit mengadakan pengawasan terutama yang berkaitan dengan mutu pelayanan.

tentang lalu lintas (ekspresi kekhawatiran)

aku tinggal disebuah kawasan suburban yang sampai saat ini jauh dari permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, sehingga masalah lalu lintas bukan merupakan sesuatu yang harus serius dipikirakan seperti yang terjadi pada kota-kota besar di Pulau Jawa, sehingga Dinas Perhubungan pada tingkat kabupaten pun hanya sibuk mengatur trayek angkutan umum, parkir dan lain sebagainya yang tidak menggambarkan upaya memenej atau merekayasa lalu lintas. jadi jangan terkejut jika anda tidak menemukan data tentang kapasaitas jalan, analisa bangkitan perjalanan dan lain sebagainya sebab data-data tersebut memang dianggap belum diperlukan pada saat ini. ketersediaan jaringan jalan dan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki dan dipergunakan oleh masyarakat perbandingannya masih belum menunjukkan tanda-tanda akan terjadi kemacetan hal tersebut dapat dilihat kenyataan dilapangan meskipun saya yakin belum ada yang pernah melakukan analisa tentang semua fakta yang ada. namun bila melihat angka pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang terus bertambah dan minat penduduk yang semakin besar terhadap kepemilikan kendaraan pribadi saya yakin suatu saat kemacetan lalu lintas akan terjadi pula di daerah saya. di ibukota propinsi banjarmasin masalah kemacetan sudah mulai sering terjadi terutama pada saat jam puncak arus lalu lintas (pagi saat berangkat beraktivitas dan sore saat pulang dari beraktivitas) dan pada titik-titik tertentu terutama pada pusat kegiatan ekonomi (pasar dan pertokoan). ternyata masyarakat kurang hasrat untuk berpikir jangka panjang, lebih suka memikirkan apa yang terjadi saat ini dan bertindak yang berakibat bahaya bagi masa depan. wallahu a’alam.

onthelmania = orang yang sok mencintai sepeda onthel

di daerahku provinsi kalimantan selatan kini sering terjadi ada sekumpulan orang yang hampir setiap hari libur mereka berkeliling kota dengan mengendarai sepeda onthel, mereka bangga menyebut dirinya onthelmania dan jumlah mereka semakin lama semakin banyak (menurut pengamatan saya sampai saat ini). mereka mengaku mencintai/menyukai sepeda onthel hanya sebatas bagi kesenangan mereka sendiri dalam menvari hiburan dengan kata lain refreshing. mereka tidak menyadari bahwa saat mereka beraksi dijalan raya dengan jumlah yang banyak akan membentuk sebuah iring-iringan sepeda yang panjang yang jelas mengganggu lalu lintas kendaraan lain yang bertujuan bekerja bukan sekedar mencari kesenangan. walaupun mereka telah mengantongi ijin dari kepolisian atau dikawal oleh polisi, namun tetap aja mengganggu kendaraan lain.

saya berani mengatakan mereka hanyalah orang-orang yang pura-pura menyukai sepeda onthel karena mereka tetap menggunakan kendaraan bermotor saat melakukan aktivitas sehari-hari (kekantor, ke pasar dansebagainya) bahkan saat hendak sholat jum’at pun mereka menggunakan kendaraan bermotor walaupun jarak tempuhnya kurang dari 1.000 meter.

gambaran seorang penyuka/pencinta sepeda onthel adalah bila seseorang menggunakan sepeda onthel pada setiap perjalanan yang jarak tempuhnya bisa dicapai cukup dengan sepeda onthel, dengan kata lain hanya menggunakan kendaraan bermotor jika :

1. jarak tempuh terlalu jauh

2. membawa banyak muatan baik orang maupun barang

3. karena hal2 tertentu yang mengharuskan menggunakan kendaraan bermotor (insya Allah postingannya akan segera saya terbitkan)

saya yakin para onthel mania mampu menempuh perjalanan sampai dengan 5.000 km karena telah terbiasa mengayuh sepeda onthel, hal itu akan sangat positif bila diterapkan pada kegiatan sehari-hari, karena sepeda onthel masih tetap sarana transportasi yang murah, ramah lingkungan dan dapat membantu program pengiritan BBM. wallahu a’lam.

perlukah perlebaran jalan...??

Sebentar lagi jalan di gambutku udah semakin lebar, maksudnya jalan arteri (jalan A. Yani) soalnya sedang mengalami pelebaran ruas jalan yang kurang lebih 3 meter disetiap sisinya, gak tau apa maksud dari pelebaran tersebut, sebab kalau dilihat secara kasat mata kapasitas jalan masih mencukupi dalam artian derajat kejenuhannya gak sampai angka 0,5, mungkin untuk antisipasi di masa yang akan datang (wow…so good…) tapi saya ragu…. sebab saya belum pernah melihat, mendengar atau apapun tentang analisa bangkitan perjalanan untuk ruas jalan tersebut, jadi maksudnya apa ya……???
Saya berpikir mungkin lebih baik dana pelebaran tersebut digunakan untuk normalisasi drainase yang ada disepanjang jalan A. yani yang semakin dangkal dan air semakin meluas saat musim penghujan, dengan adanya pelebaran jalan otomatis drainase/sungai akan menyempit dan saya khawatir pada saat musin penghujan banjir akan semakin meluas dan dalam mungkin dihalaman kantor Kecamatan Gambut banjir semakin dalam dan tidak menutup kemungkinan air masuk ke dalam kantor. Wallahu a’lam…..